YIAFCARE | Dosa dan maksiat adalah penyebab semua malapetaka dan musibah. Dan rusaknya dunia disebabkan karena ulah tangan manusia sendiri sebagai mana Allah Ta’ala berfirman:

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِی ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَیۡدِی ٱلنَّاسِ لِیُذِیقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِی عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمۡ یَرۡجِعُونَ ﴿ ٤١ ﴾

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”
[Ar-Rum: 41]

Termasuk wabah penyakit yang Allah Ta’ala turunkan itupun disebabkan karena dosa manusia. Dan dosa zina adalah dosa yang paling paling parah dan paling rusak. Maka ketika perzinahan sudah merajalela pasti Allah Ta’ala akan timpakan berbagai macam penyakit menular, wabah penyakit, dan virus yang ganas. Akhirnya terjadi kematian yang merata disebabkan karena wabah penyakit tersebut.

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rosulullah bersabda:

ما ظهرَ في قومٍ الزِّنا والرِّبا ؛ إلَّا أحلُّوا بأنفسِهِم عذابَ اللهِ .

“Tidaklah zina dan riba merajalela di sebuah tempat, melainkan mereka telah membuka untuk diri sendiri adzab Allah” [H.R Ahmad dan lain-lain, dishohihkan oleh Syaikh Albani]

Dalam Hadits yang lain dari Abdullah bin Mas’ud, Rosulullah bersabda:
“Tidaklah perzinahan nampak di sebuah kaum bahkan mereka melakukan secara terang-terangan dan menjadi budaya, melainkan mereka akan ditimpa wabah penyakit dan rasa lapar yang tidak pernah dirasakan oleh oleh orang-orang sebelum mereka” [H.R Ibnu Majah dan dihadapkan oleh Syaikh Albani]

Dan kita sudah merasakan akibat dari virus Corona yang telah merenggut banyak nyawa dan meluluhlantakkan perekonomian dunia sehingga kelaparan semakin meningkat.

Maka kalau wabah sudah menyebar sehingga kematian dan kelaparan sudah merata, maka itu pertanda bahwa zina sudah merajalela.

Dari Abdullah bin Abbas dari Ka’ab berkata:

إِذَا رَأَيْتَ الْمَطَرَ قَدْ قَحَطَ فَاعْلَمْ أَنَّ الزَّكَاةَ قَدْ مُنِعَتْ،
وَإِذَا رَأَيْتَ السُّيُوفَ قَدْ عَرِيَتْ فَاعْلَمْ أَنَّ حُكْمَ اللهِ تَعَالَى قَدْ ضُيِّعَ فَانْتَقَمَ بَعْضُهُمْ بِبَعْضٍ،
وَإِذَا رَأَيْتَ الْوَبَاءَ قَدْ ظَهَرَ فَاعْلَمْ أَنَّ الزِّنَا قَدْ فَشَا

“Jika engkau melihat hujan sudah tidak turun maka berarti itu tanda kalau zakat sudah tidak dibayar. Jika engkau melihat pedang sudah terhunus (peperangan dan pembunuhan) maka berarti hukum Allah sudah dicampakkan sehingga mereka saling memakan diantara mereka. Jika engkau melihat wabah sudah merajalela ketahuilah berarti zina sudah merebak” [Syuabul Iman: 5/22 karya Imam Baihaqi]

Oleh sebab itu budaya dimana pergaulan bebas kaum pria dan kaum hawa yang sudah tidak ada sekat lagi, ini adalah awal mula malapetaka di dunia ini..

Imam Ibnul Qayyim berkata:
“Dan tidak diragukan bahwa budaya memberi kelonggaran kepada wanita untuk berkumpul dengan laki-laki yang (bukan mahram) adalah asal semua musibah dan malapetaka.

Dan perkara ini adalah sebab paling utama turunnya adzab Allah yang merata, sebagaimana ini juga penyebab utama rusaknya tatanan individu dan sosial. Ini juga diantara penyebab kematian secara merata dan wabah penyakit yang membinasakan.

Maka ketika wanita-wanita pelacur sudah berkumpul dengan pasukan perangnya Nabi Musa Alaihi salam sampai akhirnya perzinahan terjadi dimana-mana, maka akhirnya terjadi wabah yang menyebabkan kematian mencapai 70.000 (tujuh puluh ribu jiwa) dalam sehari sebagaimana kisahnya telah disebutkan di kitab-kitab tafsir.

Maka sebab paling dominan kematian yang merata adalah banyaknya perzinahan, dan itu disebabkan karena memberikan kelonggaran bagi kaum hawa untuk berkumpul dengan kaum lelaki, dan berjalannya wanita di antara lelaki dengan berdandan dan bersolek.

Jikalau para pemimpin mengetahui akibat dari perbuatan seperti ini dari rusaknya dunia dan masyarakat sebelum rusaknya agama, niscaya mereka akan keras sekali dalam melarang wanita-wanita seperti ini”.
[At Turuq Al Hukmiyah: 1/427]

Oleh sebab kalau kita sekarang melihat dengan mata kita bagaimana dahsyatnya kerusakan akhlaq manusia di zaman ini, dimana perzinahan, selingkuh, pacaran, LGBT, kumpul kebo, dan mengumbar aurat di media sosial yang dipertontonkan dengan bangganya dan menjadi sebuah budaya di masyarakat. Pasti kita akan merasakan musibah, bencana, dan malapetaka yang tidak kunjung selesai.

Oleh sebab itu untuk menjaga keselamatan diri kita, keluarga, masyarakat, dan negara kita setelah kita menerapkan Asbab Hissiyah (menjaga kesehatan dan menerapkan prokes), maka kita juga harus menjalankan Asbab Maknawiyah dengan bertaqwa kepada Allah dan bertaubat dari dosa-dosa yang kita kerjakan.

Semoga Allah Ta’ala menjaga negeri ini dari Fitnah yang nampak maupun tersembunyi, dan semoga Allah Ta’ala memudahkan kepada para pemimpin dan masyarakat untuk bertakwa, dan semoga Allah memberikan hidayah kepada semua kita untuk bertaubat akan dosa-dosa yang kita kerjakan, dan akhirnya semoga Allah Ta’ala menjadikan negeri ini menjadi Baldatun Toyibatun Wa Robbun Ghofurun..
Amin..

(Ust. Abul ‘Abbas Thobroni)


Reshare by Yayasan Islam Al-Furqon (YIAF) Magelang

www.yiafcare.com
Follow IG: www.instagram.com/yiafcare
Like FB: www.facebook.com/yiafcare

WhatsApp: 0819 1550 2000 (Ust. Muhammad Wujud)