Assalamu’alaikum.

Saudaraku….
Hari hari pandemi ini begitu melelahkan….
Di tengah hamparan dunia fana yang meletihkan dengan tipuan angan serta harapan kebahagiaan.

Entah berapa orang yang tidak kita kenal mendahului…
Orang orang yang kita cintai satu persatu menghilang saat ajal menjemput, walau terkadang tanpa ketukan isyarat.

Ketidak tahuan kita akan masa itu….
tidaklah menutupi mata dari pengetahuan bahwa mereka semua yang telah pergi…sendiri…menyendiri dalam penantian hari kebangkitan dan perhisaban.

Tak satupun yang menemani dari banyaknya pencapaian harta dunia, melainkan 3 lapis kain putih menyelimuti bangkai tak berharga yang berpindah dari kemegahan kamar dunia…

Tak satupun yang dulu menyatakan cinta mau menemani…
walaupun air mata perpisahan mengalir…
itu pun untuk beberapa waktu….

Kini lihatlah…
mereka yang terkaya sekalipun…

Lihatlah mereka yang termiskin sekalipun…
tempat yang dimasuki itu sama….
ukurannya pun rata…
Tanpa penerangan
Kalau pun ada semoga amal sholeh dapat mendatangkan cahaya…

Al Quran yang dibaca semoga pahalanya menjadi teman dalam kesendirian sepi.. ngeri

Harapan lain hanya do’a dan amal sholeh anak-anak yang memang sholih dan sholihah..

Adapun harta…
ia terhenti bahkan menjadi beban pertanyaan akhirat…

Kalau pun dulu selagi hidup dapat memanfaatkannya menjadi Amal Jariyah yang ikhlas…
Semoga ia tetap mengalir menjadi pahala kebajikan.

Saudaraku…..

Ketika semua telah mati…mengapa para ulama tetap hidup…

Ya mereka hidup dalam warisan ilmu yang ditinggalkan untuk umat.
Lalu apakah hasrat kita untuk juga meraih pahala kehidupan itu.
Walau kita bukan Ulama.

Semoga Allah Ta’ala melapangkan hati dan jiwa kita untuk segera memburu pahala jariyah kebajikan pada setiap kesempatan yang Allah Ta’ala berikan.
Ingatlah…

Hari yang lalu adalah Qadar yang telah kita jalani…
Hari ini adalah amalan…
Hari esok semoga menjadi harapan.
Dunia negeri amalan dan akhirat negeri pembalasan.
Jangan menunda kesempatan yang Allah berikan untuk melakukan kebajikan, karena tidaklah yang selalu menunda amalan melalikan tanda kelemahan jiwa dan harapan.

Semoga Allah menganugrahkan Hidup dan Mati di Atas Islam dan Sunnah.

Aamiin.

Reshare by Yayasan Islam Al-Furqon (YIAF) Magelang

AYO SEDEKAH RAME-RAME
Donasi Pembangunan Tahap II Gedung Baru SD İslam Tahfidzul Qur’an Al-İkhlash Magelang

Rekening:
BRI 0048 01 001094 565 a.n Yayasan Al Furqon

İnfo: 0819 1550 2000 (Ust. Muhammad Wujud)

www.yiafcare.com
Follow IG: www.instagram.com/yiafcare