YIAFCARE.COM | Orang yang mengagungkan ilmu akan mempercayakan pemecahan pembahasan ilmu yang pelik kepada ulama pakar. Tidak membebani dirinya sesuatu yang di luar kemampuannya. Karena dikhawatirkan akan berbicara tanpa ilmu tentang Allah dan berdusta atas nama agama.

Dia harus lebih takut terhadap kemurkaan Allah dibanding ketakutannya kepada intimidasi penguasa.

Ulama itu manakala berbicara maka berdasarkan ilmu. Begitupula saat diam, juga berdasarkan pertimbangan yang matang.

Jika mereka telah berbicara, maka berbicaralah engkau sesuai dengan apa yang mereka sampaikan. Namun bila mereka diam, maka hendaknya engkau pun ikut diam.

Di antara pembahasan pelik yang terberat adalah bagaimana menyikapi fitnah (perselisihan, huru-hara) yang kerap terjadi dan permasalahan kontemporer yang banyak muncul sepanjang zaman.

Orang yang selamat dari kobaran api fitnah hanyalah yang kembali kepada para ulama dan konsisten dengan arahan mereka.

Jika terasa ada yang muskil dari arahan mereka, maka dia mengedepankan prasangka baik terhadap mereka. Dia meninggalkan pendapat pribadinya, dan mengambil pendapat mereka. Sebab pengalaman dan pengetahuan mereka jauh lebih matang.

Bila terjadi perbedaan pandangan di antara para ulama, maka ia memilih pendapat kebanyakan dan mayoritas mereka. Dalam rangka memprioritaskan keselamatan. Sebab tidak ada yang lebih penting dibanding keselamatan.

Alangkah bijaknya petuah Ibn ‘Ashim dalam Murtaqâ al-Wushûl,

“Kewajiban kita saat menghadapi pemahaman yang muskil adalah:
mengedepankan prasangka baik kepada para ulama”.

Khulâshah Ta’zhîm al-‘Ilm, Syaikh Shalih al-Ushaimiy, Prinsip Kelimabelas, hal. 42-43

_/////✒️

Reshare by Yayasan Islam Al-Furqon (YIAF) Magelang

AYO SEDEKAH RAME-RAME
Donasi Pembangunan Tahap II Gedung Baru SD İslam Tahfidzul Qur’an Al-İkhlash Magelang

Rekening:
BRI 0048 01 001094 565 a.n Yayasan Al Furqon

İnfo: 0819 1550 2000 (Ust. Muhammad Wujud)

www.yiafcare.com

Follow IG: www.instagram.com/yiafcare

Like FB: www.facebook.com/yiafcare