amal kebaikan

YIAFCARE.COM | Zaman sekarang, banyak orang yang maunya berpikir gampang. Sakit ya sakit aja, musibah ya musibah aja, yang disebabkan oleh unsur-unsur material di alam dunia. Kena thypus, ya memang karena terserang bakteri salmonela, wong jelas-jelas sudah diteliti para ahli kok, kata mereka. Saat mengupayakan kesembuhan, referensi dan mindset mereka juga sekedar referensi materialistik semata. Kalo berhasil, girangnya tak terkira dan bahkan makin menambah keangkuhannya. Kalau apesnya gagal atau lebih parah, semua akan disalahkan. Jika buntu, bingung dan uring-uringan.

Banyak yang lupa, bahkan menentang realita, bahwa hidup kita dan segala apa yang kita alami, berbanding lurus dengan apa-apa yang kita kerjakan. Bahagia dan keselamatan, pada hakekatnya adalah cermin dari amal ibadah dan kebaikan yang pernah kita amalkan. Begitu juga dengan aneka keburukan dan musibah, terkait erat dengan maksiat dan dosa yang pernah kita lakukan. Allah berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syura: 30)


Dari Anas radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“PERBUATAN BAIK PADA ORANG LAIN ITU MELINDUNGI DIRI PELAKUNYA DARI PERBUATAN-PERBUATAN BURUK, BENCANA DAN MUSIBAH. ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK DI DUNIA, MEREKA ADALAH AHLI-AHLI KEBAIKAN DI AKHIRAT.”

(HR. Al-Hakim no. 428)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Diantara obat paling bermanfaat bagi orang sakit adalah (memperbanyak) melakukan amal kebaikan, dzikir, doa, merendahkan diri pada Allah, berdoa dengan sepenuh hati, serta taubat.”
Perkara-perkara tersebut sangat berpengaruh dalam menolak bermacam penyakit dan mendapatkan kesembuhan yang lebih besar dari sekedar obat-obat biasa, namun semua tergantung dari persiapan jiwa dan penerimaannya, serta keyakinan terhadap kemanfaatan tersebut.” (Zaadul Ma’ad hal .107)

Mari ubah mindset kita kepada apa-apa yang diberitakan oleh Allah subhana wa ta’ala. Perbaiki diri, amal dan ibadah kita. Perbanyak berbuat kebaikan. Perkuat ibadah, baik dari sisi kuantitas maupun mutunya. Jangan lupa taubat dan menangisi dosa-dosa yang pernah kita perbuat.

Allah yang menciptakan penyakit, Allah pula yang mampu menghilangkannya. Bagaimanapun dahsyatnya penyakit atau wabah tersebut. Semoga Allah melindungi kita semua, dan segera mengangkat wabah Corona dari negeri kita dan negeri kaum muslimin semuanya.

(dengan) BISMILLAH, CORONA KALAH! -insyaallah

Referensi: 10 Wasiat Agar Terhindar dari Wabah Corona, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr, Wasiat ke-8, penerbit Yayasan Kota Magelang Mengaji, dengan penyesuaian bahasa seperlunya.