mahabbah

Allah berfirman:

وَمِنَ النَّا سِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَا دًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّـلّٰهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَا بَ ۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَا بِ

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 165)

🔰 PENJELASAN KALIMAT

  • yuhibbuunahum kahubbillaah : Mereka menyetarakan cinta kepada sekutu-sekutu mereka dengan cinta kepada Allah.
  • wallaziina aamanuu asyaddu hubbal lillaah: Orang-orang yang beriman lebih mencintai Allah daripada cinta kaum musyrikin kepada-Nya. Sebab cintanya kaum mukminin kepada Allah itu tulus dan murni untuk-Nya semata. Sementara cintanya kaum musyrikin terbagi dua (yakni) antara cinta kepada Allah dan cinta kepada sekutu-sekutu mereka. Tentu saja cinta yang murni itu lebih kuat daripada cinta yang bercabang.

🌐 FAEDAH AYAT

  1. Alhubbu min anwaa’il ‘ibaadah (cinta merupakan jenis ibadah).
  2. Cintanya kaum musyrikin kepada Allah tidak bermanfaat sama sekali, sebab mengandung unsur syirik di dalamnya.
  3. Annas syirka yubthilul a’maal (Bahwasanya dosa syirik dapat menghapus amal).
  4. Bahwa memurnikan cinta kepada Allah merupakan tanda keimanan.
  5. Penetapan sifat al-quwwah (kekuatan) bagi Allah.

Kaitan Ayat di Atas dengan Masalah Tauhid

Ayat di atas merupakan dalil bahwa siapapun orangnya yang mencintai sesuatu seperti ia mencintai Allah maka ia telah menjadikan sesuatu tersebut sebagai tandingan bagi Allah, dan hal itu jelas merupakan perbuatan syirik.

Wallahu a’lam

Sumber:

  • Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com
  • Al-Jadid Syarah kitab Tauhid.

Semoga manfaat. Aamiin

By Abdullah Padha, SS.


¹ Mahabbah(cinta) terbagi dua, yakni:

a) Mahabbah Khoshshoh (cinta yang khusus), yaitu cinta yang bermuatan ibadah yang menjadikan seseorang tunduk, patuh, dan taat secara total kepada yang dicintainya serta mengagungkannya. Mahabbah jenis ini hanya boleh ditujukan kepada Allah semata.

b) Mahabbah Musytarikah (cinta yang berserikat), jenis cinta yang ini ada tiga macam:

(1) Cinta secara tabiat: seperti seseorang cinta atau suka makanan tertentu.

(2) Cinta atas dasar belas kasih dan sayang: seperti seorang ayah cinta terhadap anaknya.

(3) Cinta karena persahabatan: seperti seseorang cinta kepada temannya (karena Allah).

_/////✒️

Reshare by Yayasan Islam Al-Furqon (YIAF) Magelang

AYO SEDEKAH RAME-RAME
Donasi Pembangunan
LANTAI 2 MASJID, MENARA, & RUMAH USTADZ
SD ISLAM TAHFIDZUL QUR’AN AL-IKHLASH MAGELANG

Rekening:
BRI 0048 01 001094 565 a.n Yayasan Al Furqon

İnfo: 0819 1550 2000 (Ust. Muhammad Wujud)

www.yiafcare.com
Follow IG: www.instagram.com/yiafcare
Like FB: www.facebook.com/yiafcare