YIAFCARE.COM | Mungkin kita sering mengelus dada, melihat banyaknya kesalahkaprahan gaya dalam masyarakat kita. Contoh, betapa banyak generasi sekarang yang merasa malu saat harus hidup sederhana dan apa adanya, dan berusaha sebisa mungkin terlihat kaya, padahal maksa.

Perilaku seperti ini, membuat orang jadi konsumtif. Dalam level parah, semua yang diingini, sebisa mungkin harus terpenuhi. Bagi yang berkantong tebal, mungin tak jadi soal. Namun bagi yang untuk kebutuhan primer saja ngos-ngosan, kondisi ini bisa menjerumuskan.

Salah satu contoh doa yang diajarkan Nabi terkait hutang

Mereka jadi suka potong kompas dalam berikhtiar. Berhutangpun, sering jadi jalan keluar. Dari mulanya coba-coba sebab terpaksa, saat sudah kecanduan, keterpaksaan itu bisa sebuah jadi gaya hidup yang bikin celaka.

Sudah jamak kita dengar, berbagai kasus di masyarakat terkait masalah hutang. Dari sekedar kehilangan harta benda karena disita, kehancuran rumah tangga, bahkan tak sedikit yang gelap mata, saling bunuh hilangkan nyawa.

Memang secara hukum asal, hutang bukanlah dosa. Namun begitu, ia bisa jadi wasilah yang mengantarkan pelakunya kepada banyak kejelekan dan kehinaan, bahkan dosa besar, diantaranya menyelisihi janji dan suka berdusta. Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menjauhi hutang.

Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha menceritakan, “Dulu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sering berdoa dalam shalatnya,

( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ)

Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari azab kubur, dari fitnah Al-Masiih Ad-Dajjaal dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari hal-hal yang menyebabkan dosa dan dari berhutang.”

“Betapa sering engkau berlindung dari hutang?”, tanya seseorang.

Beliau pun menjawab,

( إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ, حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ. )

Sesungguhnya seseorang yang (biasa) berhutang, jika dia berbicara maka berdusta, jika dia berjanji maka dia mengingkarinya.” (HR. Bukhari no. 832, Muslim no. 1325 / 589)

Itulah salah satu diantara banyak doa dari Nabi, yang bisa kita rutinkan untuk berlindung dan menjauh dari hutang.

Semoga Allah subhanahu wata’ala mengkaruniakan kecukupan dan barokah pada diri kita.