2. SHOLAT DIDAKWAHKAN SETELAH SYAHADATAIN

HADITS IBNU ABBAS:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ حِينَ بَعَثَهُ إِلَى اليَمَنِ: «إِنَّكَ سَتَأْتِي قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ، فَإِذَا جِئْتَهُمْ، فَادْعُهُمْ إِلَى أَنْ يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ، فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ المَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ»

Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, kepada Mu’adz bin Jabal rodhiyalahu’anhu ketika Beliau mengutusnya ke negeri Yaman:
“Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum Ahlul Kitab, jika kamu sudah mendatangi mereka maka ajaklah mereka untuk bersaksi tidak ada ilah (Tuhan) yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka telah mentaati kamu tentang hal itu, maka beritahukanlah mereka, bahwa Allah mewajibkan bagi mereka shalat lima waktu pada setiap hari dan malamnya. Jika mereka telah menta’ati kamu tentang hal itu, maka beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang kaya dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka mena’ati kamu dalam hal itu, maka janganlah kamu mengambil harta-harta terhormat mereka, dan takutlah terhadap do’anya orang yang terzholimi, karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi)nya”. (HR. Bukhori, no: 1496; Muslim, no: 19)

FAWAID HADITS:

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:

  1. Di antara kewajiban pemimpin adalah mengutus para juru dakwah ke berbagai penjuru untuk mengajak manusia menuju agama Allah. Seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Mu’adz bin Jabal rodhiyalahu’anhu ke negeri Yaman.
  2. Di antara kewajiban juru dakwah adalah memahami keadaan orang-orang yang akan didakwahi. Seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang memberitahu Mu’adz bin Jabal rodhiyalahu’anhu bahwa dia akan mendatangi kaum Ahlul Kitab. Sebab berdakwah kepada Ahlul Kitab berbeda metodenya dengan berdakwah kepada orang-orang musyrik.
  3. Di antara kewajiban juru dakwah adalah berilmu terhadap materi yang akan didakwahkan. Sehingga dia berdakwah berdasarkan ilmu dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan dengan kebodohan.
  4. Gerbang masuk ke dalam agama Islam adalah dua kalimat syahadat. Oleh karena itu materi pertama yang didakwahkan adalah mengajak untuk bersaksi tidak ada ilah (tuhan) yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
  5. Kedudukan ibadah shalat lima waktu, sehingga kewajiban sholat disampaikan setelah dua kalimat syahadat.
  6. Sholat yang wajib bagi umat Islam di dalam sehari semalam adalah lima waktu. Adapun sholat selain itu hukumnya mustahab atau sunnah.
  7. Kedudukan ibadah zakat, sehingga disampaikan setelah kewajiban sholat. Sholat merupakan ibadah badan, sedangkan zakat merupakan ibadah harta. Sholat wajib dilakukan setiap hari, sedangkan zakat wajib dilakukan setiap tahun sekali bagi orang yang sudah wajib berzakat.
  8. Harta zakat diambil dari harta pertengahan, seperti onta betina yang sehat. Bukan onta yang sangat kurus dan sakit, sehingga merendahkan penerimanya, atau onta yang sedang bunting, sehingga memberatkan orang-orang berzakat.
  9. Larangan berbuat zholim, baik dalam hal harta, darah, atau kehormatan.
  10. Doa orang yang terzholimi mustajab, karena tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi) antara dia dengan Allah.

Penulis: Ust. Muslim Atsari hafidzahullah

Yayasan Islam Al-Furqon (YIAF) Magelang

www.yiafcare.com