YIAFCARE.COM | Tren pola belanja masyarakat pada transaksi berbasis teknologi, membuat  bisnis online makin diminati. Namun sebagai muslim yang sangat mementingkan kehalalan & keberkahan dalam setiap rizqinya, berbagai arahan syariat berikut ini, wajib diilmui & dipenuhi, ketika berbisnis online jadi pilihan.

Pertama: Pastikan kehalalan produk yang akan dijual.

Juallah hanya item-item yang tak diharamkan, seperti alat musik, patung berhala & uborampe kesyirikan, atau hal-hal yang mendukung kemaksiatan.

Kedua: Anda sebagai penjual, benar-benar telah memiliki barang secara hakiki.

Jadi bukan sekedar menyatakan barang itu ada di tangan orang lain. Penawaran baru bisa dilakukan pada pelanggan setelah barang itu dimiliki dan jadi tanggungannya.

Hakim bin Hizam pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِي الرَّجُلُ فَيَسْأَلُنِي الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِي أَبِيعُهُ مِنْهُ ثُمَّ أَبْتَاعُهُ لَهُ مِنْ السُّوقِ قَالَ لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

“Wahai Rasulullah, ada seseorang yang mendatangiku lalu ia meminta agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan terlebih dahulu aku membelinya untuk mereka dari pasar?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.”

(HR. Abu Daud, no. 3503; An-Nasai, no. 4613; Tirmidzi, no. 1232; dan Ibnu Majah, no. 2187. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini sahih).

Harus diingatkan bahwa saat mengisi aplikasi hanyalah sebatas memesan atau memohon, belum sepakat membeli. Sebaiknya Anda hati-hati sebab terkadang sebagian konsumen berjanji membeli, tapi karena satu dan lain hal kembali membatalkan.

Sebagai antisipasi, buatlah kesepakatan dengan supplier atau perusahaan berupa perjanjian dengan menentukan khiyar syarat selama satu atau dua minggu agar barang tersebut bisa dikembalikan saat ada pemesanan yang batal.

Ketiga: Pastikan pula, item yang dijual adalah yang tidak terlarang untuk diperjualbelikan secara non-tunai..

Barang-barang yang harus dijual dengan *hulul dan taqabudh,* *tunai di tempat* seperti emas, perak dan mata uang, tak dibolehkan.

Keempat: Pastikan produk yang Anda promosikan dari web/sumber lain, sudah mendapat ijin dari pemiliknya, terlepas dari ada atau tidaknya syarat bayar untuk promo tersebut.

Disarikan dari rumaysho.com (Ust. Muhammad Abduh Tuasikal)

Reshare by Yayasan Islam Al-Furqon (YIAF) Magelang

Ayo Bantu Rame-rame

Donasi Pembangunan SDI-TQ Al-Ikhlash Sawangan Magelang

Hubungi: 0819 1550 2000 (Ust. M. Wujud)