ramadhan

YIAFCARE.COM | Tiap hari kita gunakan lisan ini buat tadarusan, berdoa, berdzikir. Namun di sisi lain kita pakai juga untuk mencela, menghujat, dan mencaci saudara, bahkan pemimpin kita.

“Kecelakaan bagi setiap pengumpat lagi pencela.“ (QS. Al-Humazah: 1), kata Ibnu ‘Abbas adalah mencela dan menjelekkan (Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, 7: 650)

“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.” (Madarikus Salikin, 1: 176)

Mari kita jadikan momen puasa Ramadhan ini dengan saling mendoakan kebaikan, bukan saling menghujat dan mencaci.

Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.” (Hilyatul Auliya karya Abu Nu’aim Al-Asfahany, 8: 77, Darul Ihya At-Turots Al-‘Iroqy)