YIAFCARE.COM | Apapun yang terjadi, tak pernah lepas dari kehendak Allah ta’ala. Seberat apapun, pantang bagi seorang muslim untuk mencaci dan mencela, karena bisa terjerumus kepada kedurhakaan atas kuasaNya.
Salah satu yang kehadirannya sering membuat takut manusia, adalah angin yang bertiup kencang. Bahkan juga sudah sering terjadi, properti yang rusak dan porak poranda sebab terjangannya.

Daripada menggerutu dan mencaci yang berujung dosa, lebih baik kita amalkan saja doa yang biasa Rasulullah lafalkan saat melihat angin yang bertiup kencang atau membahayakan.

DOA 1:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

Allahumma innii as’aluka khairahaa wa a’uudzubika min syarrih

“Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepadaMu dari keburukannya.” (HR. Abu Dawud no. 5079 dan Ibnu Majah no. 3727)

DOA 2:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ

Allahumma inni as’aluka khairaha wa khaira ma fiha wa khaira ma ursilat bihi wa a’udzubika min syarriha wa syarri ma fiha wa syarri ma ursilat bihi.

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Muslim no. 899, at-Tarmidzi no. 3449 dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Diantara faedah melazimkan doa-doa ini, adalah melatih kepasrahan dan pengakuan kepada Allah ta’ala, dimana segala yang terjadi dan menimpa, selalu kita kaitkan dengan kemahakuasaan-Nya.